“is this love? coz i miss you so…”
2 years later….
“sepertinya memang sudah waktunya menutup buku ini, menyimpannya, dan mulai menulis sesuatu yang baru… maaf…”
***
kejadian waktu itu membuatku berpikir, kenapa kamu menghindar? apa yang salah? apa yang telah kulakukan? mungkinkah kamu memang sengaja karena…… ah, entahlah rasanya otakku terlalu penuh.
mungkin karena ini, mungkin karena itu… ah, aku lelah T_T
tidak peduli apapun yang telah kulakukan, kamu tidak akan pernah lagi ‘melihatku’. terkadang aku berpikir, mungkin aku tercipta untuk tidak terlihat, tidak terdengar, dan….. terabaikan…
selama sepuluh bulan ini aku merasa sangat lelah. fisik dan mentalku benar-benar diuji. rasanya sulit sekali hanya untuk menjadi seorang teman bagimu. tapi tetap saja aku lakukan, meski rasanya sakit.
lebih dari dua tahun aku menunggumu. menunggumu dalam sakit. menunggumu dalam cemas. menunggumu dalam rasa takut.
makin lama semuanya makin terasa sakit, maka dari itu sebulan yang lalu aku memutuskan untuk berhenti menunggumu. otakku memutuskan demikian, bibirku pun berucap hal yang sama. tetapi…. hatiku tidak dapat berbohong, entah disadari atau tidak, hatiku masih menunggumu.
selama ini aku benar-benar berusaha menjadi seorang teman yang baik. kamu tidak akan pernah mengerti betapa sulitnya hal itu bagiku. menjadi seorang teman itu artinya aku hanya dapat mencintaimu dalam diam, merindukanmu dalam diam, dan mencemburuimu dalam diam.
bahkan terkadang aku hanya dapat memandangi namamu dari layar persegi ini. memandangi sampai air mataku mengalir. menahan diri untuk tidak menyapamu karena aku takut mengganggu.
atau terkadang aku harus mengumpulkan keberanianku untuk menyapamu, hanya untuk mengetahui keadaanmu dan hari-harimu. salahkah aku? mungkin iya, karena itulah kamu bersikap seperti itu terhadapku. maaf… aku tidak pernah menyadari kalau selama ini aku telah mengganggumu :’( maaf kalau selama ini aku telah menghalangimu untuk memulai cerita yang baru…
masku… maukah kamu membantuku untuk terakhir kalinya? mungkin bagimu aku hanyalah seseorang yang mengganggu, tapi bisakah kamu menjaga apa yang selama ini telah kita miliki? aku tidak meminta apapun, aku hanya ingin kamu menjaganya di dalam hatimu.
aku harap… suatu hari nanti aku akan benar-benar bisa menganggapmu sebagai masku… karena mungkin kamu tidak pernah tahu, tapi dari dulu aku selalu ingin mempunyai seseorang yang bisa aku panggil…… mas….
mmm.. mungkin aku ini memang tidak terlihat, atau kamu yang tidak bisa melihatku dengan jelas? tapi aku selama ini selalu bisa melihatmu, meski kamu tidak melihatku. entah kamu sadari atau tidak, tapi aku ada di sana, dan selalu ada untuk memberikan….. cahaya….
Oktober adalah bulan di mana kamu mulai menulis cerita ini, dan di bulan ini pula kamu memutuskan untuk menutup buku ini. dan aku? seperti biasa.. tidak ada yang bisa aku lakukan, karena kamu dari dulu memang tidak pernah bertanya kepada hatiku.
***
2 years ago
“eh, sorry boleh ga kalo aku ganti status jadi in a relationship?”
“in a relationship sama siapa?”
“ya ga perlu ditulis sama siapanya, yang penting diganti aja”
“aku bukan nanya ditulis ato engga, tapi beneran nanya in a relationshipnya ama siapa?”
“sama kamu, boleh ga?”
***
p.s.: mungkin kamu lupa, tapi kamu masih ada janji kepadaku….